Tindakan Ketika Anggota Keluarga Sakit
Sani Apriliani/1502204045
KM-44-MC-04
- Keluarga
Keluarga merupakan tempat kita lahir, tumbuh dan
berkembang dalam suasana yang berubah-ubah. Kebiasaan baik selalu tertanam
untuk menjadi pribadi yang menyayangi diri sendiri dan sekitar kita.
Terciptanya kenyamanan juga kehangatan yang terus menerus sebagai alasan untuk
melepas penat dikala sedang merasa cape melakukan kegiatan sehari-hari. Pada
umumnya setiap keluarga sama, namun terdapat suasana yang berbeda ntah anggota
keluarganya atau kondisi sekitarnya. Keluarga terdiri dari Ayah, Ibu, Kaka dan
Adik dimana memiliki peran dan tugasnya masing-masing seperti Ayah bertugas
untuk bekerja, Ibu mengurus segala kondisi rumah, Adik dan Kakak bertugas untuk
belajar dan membantu Ibu untuk beres-beres rumah. Kita saling membantu satu
sama lain agar terjalinnya hubungan yang hangat. Berbeda karakter dalam
menanggapi sesuatu pada keluarga menjadi hal yang wajar, ada yang siap
menanggapi ada juga yang perlu berpikir untuk menanggapinya seperti apa.
Penyakit memang bisa dihindari namun terkadang kondisi
tubuh yang tidak kebal dalam beberapa situasi seperti alergi dingin, debu
ataupun karena factor usia. Keluarga ini memiliki beberapa penyakit ringan dan
berat. Ayah, Kakak dan Adik hanya terkena penyakit biasa seperti demam, batuk,
flu dan penyakit ringan lainnya. Sedangkan Ibu memiliki penyakit yang cukup
berat yaitu Diabetes karena factor usia dan menurut dokter dari makanan yang
dikonsumsi. Oleh sebab itu, anggota keluarga lain tentunya sangat memberikan
perhatian yang lebih agar menurunkan penyakit Diabetes tersebut.
Tindakan seorang anak terhadap orang tua pasti cepat
bergerak karena Ibu selalu memperhatikan setiap hal kecil pada anaknya.
Tindakan anak memberikan respon seperti sama-sama merasakan, biasanya tindakan kecil yang diberikan yaitu menanyakan
apa saja yang sakit, apakah ada obat atau tidak dan tentunya memberikan minum
agar menangkan terlebih dahulu. Biasanya menunggu dulu beberapa menit atau
menunggu sampai besoknya apabila reaksi yang ditimbulkan tidak begitu parah,
namun apabila saat itu juga sakit yang dirasakan parah maka segera dibawa ke
rumah sakit terdekat. Tindakan lain dari anak pada Ibunya adalah memberikan
ketenangan dengan cara mengajak untuk tarik nafas yang panjang dan mencoba
untuk meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Kecemasan berlebih dari
salah satu anak juga mempengaruhi kondisi Ibu, karena ada rasa tidak tenang
apabila ia sakit. Ibu ini memiliki perasaan yang tidak ingin merepotkan
anaknya, dimana tidak semua rasa sakit diutarakan pada anggota keluarga yang
lain termasuk anaknya. Hal ini bagi anak tersebut cukup sulit untuk
mengindentifikasi apa sakit yang dirasakan oleh ibunya. Namun apapun sakit yang
terjadi pada Ibu, anak tersebut selalu sigap membantu meskipun ada rasa segan
untuk melakukan hal yang jarang dilakukan seperti memijat kaki. Anak tersebut
sangat perasa dan mudah menangis apabila orang yang dia sayang jatuh sakit,
tetapi berusaha meyakinkan ibunya bahwa akan segera sembuh.
Sebagai anak rantau yang jauh dari orang tua karena
harus mengikuti perkuliahan offline pada semester ini, cukup khawatir dengan
kondisi orang tua yang tidak bisa lihat secara langsung. Berkabar setiap hari
menanyakan kabar, apa yang sedang dilakukan bahkan tentang apakah sudah makan
apa belum menjadi obrolan setiap saat. Minggu lalu mendapat kabar bahwa Ibu
sakit karena Diabetesnya yang naik, ia tidak bisa mengerjakan sesuatu terlalu
berat sehingga Ayah turun tangan untuk melakukan pekerjaan rumah. Reaksi
mendapat kabar bahwa Ibu sakit sangat membuat perasaan tidak tenang, merasa
gelisah dan terkadang merasa ingin segera pulang saat itu juga. Namun tindakan
dari jarak jauh terhadap Ibu yang sedang sakit biasanya adalah mengingatkan
untuk minum obat karena keluarga ini selalu menyimpan stok obat-obatan. Anak
tersebut langsung menelpon atau video call ingin melihat kondisi secara
langsung, bisa dilihat dari wajah yang pucat, raut wajah yang mencoba tersenyum
padahal menahan rasa sakit dan hanya mengungkapkan bahwa sakit yang dideritanya
hanya ringan. Lag-lagi Ibu selalu menutupi dirinya tidak apa-apa dan tidak
ingin membuat anaknya khawatir di perantauan. Tidak bisa dipungkiri batin Ibu
dan anak selalu sama ntah itu rasa sedih atau senang.
Ketertutupan inilah yang menjadi kendala anak untuk
terus berpikir positif, sedangkan yang terjadi tidak sama dengan apa yang
dibicarakan Ibunya. Reaksi anak juga biasanya selalu mengingatkan untuk menjaga
Kesehatan, menjaga pola makan dan minum dengan banyak berhubung Ibu tersebut
selalu minum minuman manis bukan air putih. Diabetes yang diderita bukan hal
yang sepele sehingga selalu khawatir jika penyakit tersebut kambuh. Peran anak
biasanya dibantu dengan kakak tertua karena lebih dewasa menangani hal
tersebut, juga lebih mudah didengar oleh Ibu. Kakak tertua bukan hanya memberi
nasihat kepada Ibu namun sebagai penghubung antara adik-adiknya dengan orang
tua agar selalu memperhatikan Kesehatan satu sama lain. Jika ada waktu libur
dalam seminggu biasanya anak tersebut pulang karena ingin melihat apakah sudah
benar-benar sehat atau belum, ia berpikir dengan pulangnya anak tersebut
setidaknya membuat ibunya senang dan melupakan rasa sakit. Rasa juga biasanya
dari pikiran yang cukup berat untuk itu anaknya berinisiatif pulang melepas
rasa rindunya.
Keadaan jika anak tersebut sakit maka perhatian orang tuanya lebih besar dan selalu mengambil tindakan yang cepat seperti mengkompres dahi jika demam, memberikan obat, memijat badan dan menemani saat tidur. Anak tersebut sama seperti ibunya apabila sakit yang bisa ditangani sendiri tidak akan bercerita pada anggota keluarga, karena anak tersebut berpikir bahwasannya sakit ini tidak ingin merepotkan. Satu sampai dua hari adalah waktu yang singkat bagi anak tersebut untuk melakukan semuanya sendiir, namun tidak dengan orang tua yang selalu memaksakan dirinya melakukan sesuatu yang berat karena tidak ingin membuat anaknya tampak khawatir. Untuk itu peran Ibu dan anak tersebut saling keterkaitan dan bisa diubah. Kehangatan ini akan terus terjalin karena komunikasi yang terbuka dan saling melibatkan. Apapun yang terjadi setiap anggota keluarga berhak tahu tentang kondisi kita.
- Analisis Teori
Ø Communicated
Narrative Sence
Cerita keluarga tersebut masuk pada teori Communicated
Narrative Sence, dimana menjelaskan proses komunikasi yang dilakukan dari anak
tersebut kepada ibunya saat sakit melalui perhatian. Lalu kesehatan individu
dapat dijelaskan yang mana terdapat penyakit berat dan ringan yang dialami oleh
keluarga ini. Menyampaikan perasaan agar sama-sama terbuka menjadi penguat
bahwa adanya problem psikologis individu agar menjaga rasa kekhawatiran satu
sama lain. Seperti pada kisah McAdams & McLean tahun 2013 dimana identitas
naratif untuk menyampaikan perasaan seperti keluarga tersebut melalui beberapa karakter
setiap anaknya. Kondisi ini yang memungkinkan adanya rasa peduli satu sama lain
karena mengingat kesehatan adalah kunci dari kehidupan untuk menentukan
kebahagiaan.
Ø Translational
Storytelling
Keluarga tersebut juga termasuk pada Translational
Storytelling, dimana dengan adanya kondisi yang tidak terlalu terbuka satu sama
lain tentang kesehatan maka adanya prediksi-prediksi karena jarak yang jauh dan
tidak berkomunikasi dengan langsung. Untuk itu prediksi kesehatan dari anak dan
ibunya selalu memperkirakan sakit yang dialami tidak sama dengan yang diucapkan,
dalam artian anaknya dapat memprediksi bahwa apabila ibunya berbicara ia sakit
maka hal tersebut bukan rasa sakit yang biasa saja. Sehingga untuk
meminimalisir keterbukaan ini Heuristik CNSM dapat mengatasi masalah-masalah seperti
kakak tertuanya yang menjembatasi antara adiknya dan ibunya. Mereka tidak
terlalu terbuka dengan Kesehatan yang beralasan bahwa tidak ingin merepotkan
dan bisa membuat stress antara satu sama lain karena sulit mengutarakan Kesehatan
sebenarnya.
Ø Retrospective
Storytelling
Cerita dari keluarga di atas masuk pada Retrospective
Storytelling yang merupakan adanya pemberian dampak meliputi kepercayaan ,
perilaku dan kesehatan. Dimana Ibu yang memberikan perhatian melalui tindakan yang sangat hangat dapat memberikan perilaku
yang sama pada anak, karena perilaku tersbeut akan ditirukan saat ibunya atau
anggota keluarganya sakit. Perilaku yang sangat berdampak adalah ketika komunikasi
jarak jauh bukan hal yang menghambat untuk memberikan kabar kesehatan setiap harinya.
Sehingga dapat menimbulkan kebahagiaan tanpa pikiran yang kurang baik tentang kesehatan.
Hal tersebut mempengaruhi kesehatan yang ringan maupun berat karena setidaknya kabar
baik dapat membangun kepercayaan. Kepercayaan ini timbul adanya saling terbuka,
yang mana ibu dan anaknya mampu memahami bahwa setiap kesehatan dapat
mempengaruhi pikiran dan dapat belajar dari sebelumnya. Sehingga adanya
nilai-nilai dari ibu dan anaknya ini dengan selalu berkomunikasi dan memberikan
dukungan untuk terus menjaga kesehatan.
Hangatnya keluarga apabila dapat bersama-sama mendukung
kesehatan dengan terus berkomunikasi yang dapat menciptakan kebahagiaan, Berdasarkan
teori-teori tersebut bahwa adanya keterbukaan kesehatan dapat memberikan solusi.
Tindakan menjadi cermin untuk menjalin keluarga yang memiliki nilai-nilai dan kesadaran
bahwa menyampaikan perasaan melalui narasi dapat menciptakan keluarga yang
mengerti.
Komentar
Posting Komentar